Minggu, 09 Mei 2010

PENGUATAN BUDAYA LOKAL MELALUI INDUSTRI KREATIF UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


Oleh
I Made Purna
PENDAHULUAN
Di tengah persaingan global masyarakat dunia dituntut untuk terus berpacu dan tanggap terhadap segala peluang yang ada, agar dapat bertahan dan lebih dari itu dapat berinovasi mengembangkan kemampuan dengan harapan dapat memajukan kesejahteraan hidup. Bagaimanapun menghadapi pengaruh global tidak bisa hanya berpangku tangan tanpa adanya tindakan-tindakan yang secara sadar bergerak atau berinisiatif menumbuhkan kreativitas dalam berbagai bentuk kegiatan yang secara kontinyu dapat berpartisipasi menanggapi kompetisi di tengah zaman globalisasi ini. Karena itu sebagai langkah memotivasi masyarakat, telah menetapkan tahun 2009 sebagai Indonesia kreatif yang bersumber dari ide seni budaya, teknologi dengan berkaitan dengan potensi alam setempat
http://varianwisatabudayasundakecil.blogspot.com
Potensi bangsa Indonesia yang sangat berlimpah baik dari potensi alam, seperti pengunungan dengan keindahan dan panoramanya, laut dengan sumberdaya seperti trubukarang, ikan minyak bumi dll. Sedangkan sumber daya budaya dan masyarakatnya seperti adat-istiadat, kesenian, dan lainnya merupakan modal budaya yang sangat besar menumbuhkembangkan maupun memajukan bangsa Indonesia ke depan. Kekayaan alam yang meliputi seluruh ekologi yang begitu luas dari sabang sampai merauke, miames sampai Rote yang berbentuk kepulauan, luas laut beserta yang ada di dalamnya tidak terbantahkan lagi bahwa kekayaan bangsa Indonesia sangat besar. Namun potensi kekayaan yang luar bisa tersebut sebagian besar belum dikelola dengan baik. Di samping potensi alam juga potensi sosial budaya sebagai penyeimbang atau melengkapi dari potensi yang telah ada.
Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia meliputi adat-istiadat, kesenian, religi (agama) dan lainnya merupakan suatu sumber daya yang sangat unik dan potensial untuk dikembangkan memperkuat membangun jati diri bangsa sebagai Negara yang memiliki keunggulan-keunggulannya sendiri di tengah persaingan global. Dengan mengetahui keberadaan potensi yang dimiliki tentu saja warga Negara Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi penuh dan bangkit mengisi setiap potensi agar senantiasa selalu berusaha menumbuhsadarkan keinginannya untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi.
Derasnya arus globalisasi jangan hanya dipandang sebagai fenomena yang biasa saja atau fenomena yang statis namun seluruh komponen bangsa harus tanggap dan jeli menghadapi fenomena tersebut menjadi sebuah proses panjang untuk mendapatkan peluang dan harapan demi kemajuan di masa yang akan datang dalam arti untuk perubahan kehidupan yang lebih baik. Budaya yang dimiliki bangsa Indonesia seperti halnya budaya daerah yang beranekaragam, penting untuk diberdayaakan dan diolah secara kreatif. Bagaimanapun budaya nasional Indonesia merupakan mosaic dari budaya daerah itu sendiri. Tidak ada satupun yang bisa membendung gelombang arus modernisasi dan globalisai. Dan tentu saja budaya daerah yakni budaya lokal akan bersentuhan langsung dengan budaya global ini.
Dalam kenyataanya, telah terjadi bahwa budaya global yang berkembang sudah menelusup sampai pada ranah masyarakat terpencil baik pada suku-suku terasing yang ada di Papua, Kalimantan ataupun di tempat lain kini telah dirambah oleh perkembangan zaman dan secara cepat dapat bersentuhan dengan dunia luar. Mengetahui perkembangan tersebut maka lambat laun tidak ada satu pun suku atau kebudayaan di dunia yang bisa lepas dari sentuhan modernisasi, dipastikan sangat sulit untuk menghindari “mahluk globalisasi” ini. Keadaan yang seperti itu bagaimanapun budaya lokal akan diuji daya tahannya bila telah melakukan kontak terhadap budaya luar. Pengaruh dari arus globalisasi dan modernisasi terhadap budaya lokal nusantara tentu saja memiliki ketahanan yang bervariasi menghadapi mahluk asing yang namanya globalisasi tersebut.
Melakukan tindakan prefentif terhadap segala kemungkinan yang terjadi akibat dari efek negatife yang akan ditimbulkan maka penting kiranya ada cara untuk membentengi diri dengan penguatan budaya lokal pada masing-masing sub kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini penting mengingat tidak semua sumber daya yang ada dapat bergerak secara simultan menghadapi perubahan zaman yang relatife berpluktuasi dalam arus global. Dengan penguatan budaya lokal tentu perlu adanya strategi-strategi dalam merealisasikan ide-ide tersebut. Penguatan budaya lokal sangat diperlukan untuk menghadapi segala tantangan ke depan yang kian kompleks.
Berbagai kebijakan dunia berkenaan dengan situasi global dapat terlihat dari hasil kesepakan-kesepakatan Negara-negara di dunia seperti pencanangan perdagangan bebas yang tentu saja bagi Negara di dunia ketiga seperti Indonesia mau tidak mau harus mengikuti system tersebut. Keadaan situasi dunia yang tampak sudah di depan mata harus disikapi dengan melakukan berbagai terobosan yang mengarah pada penguatan sumberdaya yang ada di Indonesia. Pencanangan perdagangan bebas tentu saja akan sangat mempengaruhi situasional Negara tersebut. Efek dari system dunia yang telah berubah sudah dapat terasa di mana persaingan akan sangat ketat dan semakin selektif. Siapa yang lebih unggul dan memiliki daya tahan akan bisa eksis di tengah situasi global yang ditandai dengan dibukanya system pedagangan bebas baik untuk ASEAN pada tahun 2010 dan dunia pada Tahun 2020. Apakah di Indonesia sudah siap menghadapi keadaan tersebut? Segala hal mesti perlu direncanakan sejak awal dan perlu untuk direspon secara cepat seperti halnya pasar bebas tersebut. Menghadapi persaingan global, penting kiranya memikirkan mempersiapkan dan memperkuat segala potensi yang ada yang salah satunya potensi budaya lokal perlu lebih ditingkatkan, ditata, diatur dan dikelola secara baik. Budaya-budaya lokal yang ada pada setiap daerah merupakan suatu asset yang dapat membangun karakter, jatidiri bangsa Indonesia di samping itu dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa di dunia.
Dengan demikian kesadaran untuk menguatkan posisi tawar budaya lokal merupakan suatu kesadaran yang tidak hanya disadari oleh individu namun harus bergerak dengan komitmen bersama secara kolektif seperti dengan cara membangun semangat baru lewat budaya kreatif. Budaya kreatif dapat dituangkan ke dalam implimentasi yang lebih nyata yaitu menumbuhkembangkan budaya yang inovatif seperti membuhkan industry kreatif berbasis budaya lokal.

KONSEPSI
Penguatan Budaya Lokal
Penguatan budaya lokal di sini dimaksudkan adalah melakukan serangkaian upaya-upaya menjambatani budaya lokal tersebut agar tetap berkembang dan eksistensinya selalu terjaga. Budaya lokal itu sendiri adalah warisan budaya nenek moyang yang hingga kini masih dirasakan menjadi pola bagi kelakuan masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Kebudayaan lokal adalah kebudayaan daerah yang tersebar di seluruh nusantara. Dalam budaya lokal tentu saja di dalamnya memiliki keunggulannya masing-masing dan sangat unik di samping itu tampak memberikan identitas terhadap komunitasnya tersebut. Penguatan budaya lokal secara konsepsual diterjemahkan untuk melakukan berbagai upaya dan membangun budaya lokal dapat berkiprah di tengah persaingan dunia yang semakin kompetitif.

Industri Kreatif
Setiap daerah memiliki keunggulan budayanya masing-masing. Keunggulan dalam hal ini karena pendukung kebudayaan yakni masyarakatnya selalu bergerak dan mencari ide-ide untuk mengusahakan keinginannya menjadi terwujud. Karena memiliki ide tersebutlah mereka dapat bekerja dan berkreatifitas. Kereatifitas yang terus terbangun dari generasi-kegenerasi dan diwariskan hingga sekarang merupakan suatu bentuk budaya lokal yang perlu mendapat perhatian yang lebih baik. Kreatifitas selanjutnya pada masing-masing daerah memunculkan nilai-nilai yang dapat membawa budaya lokal tersebut pada harapan untuk kesejahteraan hidup. Dari hasil kereatifitas yang ada memunculkan berbagai bidang symbol nilai seperti dalam bidang social-budaya dan ekonomi.
Tampaknya proses dari berkarya dan berkratifitas tidak lepas dari proses kebudayaan. Sehingga bentuk dari hasil kereatifitas yang dihasilkan baik dari bidang kesenian, kerajianan, dan berbagai trends yang berkembang belakangan ini merupakan suatu gejala yang mengarah pada munculnya industry kereatif. Dengan demikian industry kreatif adalah “crative industries are those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potensial for wealth and job creation through the generation and exploitation or intellectual property and content”.


BUDAYA LOKAL DALAM ARUS GLOBALISASI
Indonesia sebagai sebuah Negara kepulauan, telah diketahui bahwa memiliki kebudayaan yang sangat majemuk dan beranekaragam. Pluralitas yang ada merupakan suatu kenyataan yang tumbuh dalam badan wadag Negara Indonesia. Kebudayaan yang beraneka ragam inilah membuat bangsa ini menjadi kuat dan unik berbeda dengan Negara bangsa yang ada di dunia manapun.
Penting diingat bahwa keberadaan budaya lokal inilah yang memperkuat dan mempersatukan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar lewat nilai-nilai budayanya yang terserap dalam jiwa dan dasar Negara Indoenesia. Terinspirasi dari roh atau jiwa yang terkandung dari nilai-nilai budaya lokal maka dengan mudah setiap komponen bangsa dapat mengerti dan berprilaku. Mengetahui hal ini maka pentinglah untuk menjaga setiap kebudayaan daerah atau budaya lokal agar dapat senantiasa menjadi pola dalam berprilaku dan tidak menyimpang dari budaya adiluhung yang terkandung dalam budaya lokal tersebut.
Setiap daerah memiliki budaya lokalnya atau kearifan lokal masing-masing yang menjadi pegangan untuk berprilaku sebagaimana yang terkandung dalam nilai-nilai budaya lokal tersebut. Setiap subkebudayaan yakni budaya lokal tidak dapat dipungkiri juga memiliki peran yang sentral dalam kemajuan pembangunan di Indonesia. Hal itu terlihat nilai-nilai pada setiap budaya lokal terbukti dapat dijadikan pegangan untuk selalu memberikan petunjuk dan kaedah yang sesuai dengan keadaan kondisi alam atau kaedah social kemasyarakatan di tempat tersebut.
Nilai budaya lokal juga senantiasa dapat membentengi diri dari pengaruh-pengaruh global yang cederung berlawanan dengan kaedah-kaedah masyarakat lokal tersebut. Ini berarti kebudayaan lokal dapat dijadikan bemper dan ujung tombak atau memfilter segala arus globalisasi yang tanpa henti terus menekan dan mempengaruhi berbagai bidang baik nasional maupun lokal. Kebudayaan daerah atau kebudayaan lokal harus ditata dan diintegrasikan agar mudah diinpentarisasi, nilai-nilai apa saja yang dapat diambil dalam budaya lokal. Dari begitu banyaknya budaya lokal tentu saja ada kearifan-kearifan lokal yang perlu dipelajari dan selanjutnya dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat.
Kebudayaan lokal sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih serius guna dapat memantapkan program-program pembangunan pemerintah yang dicanangkan. Budaya lokal akan dapat memberikan sketsa terhadap jalannya pembangunan yang akan diralisasikan. Namun belakangan ini budaya lokal seolah-olah terlepas dan dibiarkan tanpa perlindungan. Banyak budaya lokal sekarang telah mengalami kecerabutan dari akar budayanya.
Hal itu tampak dari pola perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kaedah norma-norma yang diwariskan yang tampak dalam tradisi-tradisi telah mengalami degradasi. Banyak factor yang menyebabkan keadaan tersebut. Bila keadaan ini berlarut-larut tentu saja budaya lokal akan tertekan oleh norma-norma baru yang dibawa oleh arus global yang belum tentu sesuai dengan keadaan dalam budaya lokal tersebut.
Desakan perubahan tentu tidak bisa dihindari namun walaupun begitu budaya lokal yang telah ada dan merupakan warisan dari leluhur yang masih relefan dan positif untuk dijadikan pegangan dan juga telah menjadi dasar dalam setiap lini kehidupan masyarakat tersebut, tentu saja warisan atau tradisi semacam ini harus tetap dipertahankan terlebih lagi diperkuat dengan melestarikan dan melindungi. Lebih dari pada itu perlu juga pemikiran yang mutahir guna memanfaatkan budaya lokal sebagai dasar pijakan yang kuat dan kedepannya dapat tetap berkiprah bersaing dengan budaya global.


STRATEGI DALAM MEMBANGKITKAN BUDAYA LOKAL
Tantangan ke depan akan semakin lebih komleks, baik dalam persaingan, maupun dalam upaya pelestarian. Trend kehidupan dunia yang makin bergerak ke arah bebas sekat, bebas dari sekat ras, etnis, nasion, agama, politik, ekonomi, dan budaya membuka wawasan semakin berkembang menembus ranah lokal, nasional maupun global. Tesis dunia datar bebas sekat Friedman juga mentransformasi paradigma monoperspektif ke arah multi perspektif, wilayah mono sektoral yang ekslusif menuju multi sektoral yang inklusif dan konsep-konsep berbasis kuantitatif tangible terbuka melebar konsep kualitatif intangible (Geriya, 2009).
Mengetahui keadaan dunia seperti apa yang tersebut di atas maka penguatan budaya lokal mesti benar-benar menjadi perhatian yang sentral. Budaya lokal tidak akan tumbuh dan bertahan tanpa ada kesadaran dari berbagai pihak, dan harus ditidaklanjuti dengan kerjasama bila tidak demikian tidak akan berjalan efektif. Kesadaran yang terbangun dalam setiap insane mestinya dilanjutkan dengan upaya yang lebih riil. Penguatan budaya lokal dapat dengan memberdayakan segala potensi sumber daya manusia sebagai pendukung dari kebudayaan itu sendiri.
Penguatan budaya lokal dapat dilakukan dari partisipasi masyarkatnya. Masyarakat mengetahui hal-hal mana yang perlu dikembangkan dan perlu diberdayakan untuk dilestarikan sekaligus dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat tersebut. Mereka memiliki potensi namun perlu didorong dengan semangat atau spirit untuk membangkitkan daya kreatifnya. Masyarakat perlu adanya sokongan atau pendampingan yang lebih intensif baik dari kalangan swasta atau pun pemerintah dalam mencari segala peluang yang ada terutama dalam budaya lokal yang di dalamnya telah ada aktivitas-aktivitas sudah berjalan terkait dengan pemenuhan kesejahteraan hidup. Budaya lokal di sini seperti halnya industry rumah tangga banyak yang sudah berjalan dan diwariskan oleh leluhur mereka namun belum memiliki akselerasi, masih terbatas untuk konsumsi lokal semata.
Akselerasi itu penting sekali pada zaman ini, karena tanpa ada akses maka perkembangan industry lokal dalam subbudaya, akan sangat terbatas dan akan lamban dalam perkembangannya. Untuk itu diperlukan ada kerjasama tri partid yakni antara swasta-pemerintah dan masyarakat. Dengan pola kerjasama yang baik dan hubungan komunikasi yang efektif tentunya sumber daya budaya lokal yang ada di setiap daerah akan berkembang dan dapat bersaing dengan masyarakat global.
Komunikasi antar lembaga sangat diperlukan untuk dapat saling mengingatkan berbagai hal yang perlu ditindaklanjuti. Dalam budaya lokal banyak hal dapat diberdayakan dan dikelola untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Namun dalam mewujudkan hal itu tidak mudah namun, banyak tantangan yang seringkali menghambat dan itu selalu tidak terduga sebelumnya. Hal yang sangat sering terlihat adalah gejolak situasional yang muncul dipermukaan masyarakat. Hal ini karena hubungan yang komunikatif tidak berjalan dengan efektif sehingga menimbulkan riak-riak kecil karena adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat menterjemahkan pengelolaan budaya lokal.
Untuk meminimalisir terjadi kesalahpahaman itu, dapat dilakukan berbagai cara yang salah satunya mengembangkan industry kreatif. Industry kreatif adalah bentuk dari proses budaya yang tercipta dari kesadaran pendukung kebudayaan itu sendiri. Industry kreatif akan muncul bila masyarakat memiliki pemahaman yang benar terhadap fenomena sekarang menanggapi masa depannya. Artinya pendukung budaya lokal mesti tanggap terhadap fenomena global dan sensitive terhadap pelungan-peluang yang diberikan seperti halnya memperkuat budaya lokal dengan industry kreatif adalah langkah awal untuk memulai memperkuat basis budaya lokal di tengah arus globalisasi yang sarat dengan berbagai kepentingan dan maneuver sekularitas.
Mulai menghimpun diri dan membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif berbasis budaya lokal. Hal ini masih belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat lokal itu sendiri. Untuk itu ke depannya melakukan penataan dan pengelolaan terhadap sumber daya budaya perlu lebih dipadukan dan dimodifikasi agar produk budaya lokal dapat menjadi lebih menarik baik dalam segi kemasannya maupun dalam kualitas produknya. Industry budaya kreatif seperti misalnya kerajian patung, tenun, dan lainnya dapat dikemas sedemikian rupa agar produk-produk budaya lokal yang ada dapat memiliki daya tarik dan kompetitif dalam persaingan global.
Di samping melakukan semacam modifikasi terhadap budaya lokal ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam mempertahankan budaya lokal khususnya di bidang ekonomi yaitu mencintai produk lokal. Penanaman sikap untuk mencintai produk lokal perlu ditumbuhkembangkan dalam kesadaran masyarakat. Masyarakat mengembangkan usaha-usaha tradisi lokal untuk disamping untuk mendapatkan nilai lebih atau nilai ekonomi namun juga dapat menjaga produk-produk budaya lokal dari tekanan dan persaingan yang tidak sehat dari pasar global.
Sedangkan di bidang social mempertahankan kearifan budaya lokal dapat dilakukan dengan penataan dan inventarisasi konsep-konsep lokal. Konsep seperti halnya ungkapan yang banyak sekali mengandung nilai-nilai atau norma-norma dalam hidup bermasyarakat. Semua daerah di Indonesia hamper semua memiliki konsep-konsep lokal baik yang terbalut dengan mitos maupun yang dikemas lewat system kepercayaan pada masing-masing kebudayaan daerah itu sendiri.
Secara nasioanal dan sudah umum dapat diketahui ungkapan seperti misalnya Bhineka Tunggal Ika, di Bali dikenal dengan ungkapan Segilik Seguluk Selulung Sabayantaka, Tattwam Asi, Manyama Braya dan lainnya. Di Jawa seperti Buyub, Tut Wuri Handayani dan lain lain.

PENUTUP


Daftar Pustaka

Geriya, I Wayan. 2009. Narasi Industri Kreatif Berbasi Budaya Unggul: Afirmasi Potensi dan Antisipasi Tantangan. Makalah cetaan terbatas.

0 komentar:

Poskan Komentar

Situs-Situs Populer

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites