Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Kamis, 13 Desember 2018

Tari Joged Bumbung

Tari Joged Bumbung

Tari Joged Merupakan salah satu tari balih-balihan atau tari yang memiliki nilai seni berfungsi untuk hiburan semata. Oleh karena itu, tari Joged Bumbung bersifat profan, tidak memiliki kandungan sakral dalam segala bentuk pementasannya. Namun tarian ini memiliki ciri-ciri khusus sebagai iringan dari pementasan tari joged bumbung. ciri-ciri khusus tersebut antara lain: 1). Sebagai Iringan musiknya menggunakan alat dari Bambu. Hampir semua menggunakan elemen dasar dari bahan bambu. Para penari biasanya para wanita muda dengan berbagai properti yang dalam kostumnya. Tarianya cukup enerjik dan sensual. Tari Joged sangat terkenal di Bali, hingga saat ini masih menjadi favorit dan mempunyai pengemar tersendiri. Tari Joged dapat dipentaskan di mana saja tergantung permintaan dari orang yang meminta, tentu saja memerlukan tempat yang relatif luas karena  memerlukan tempat prangkat gambelannya dan tempat atau panggung untuk mereka menari.


Selasa, 23 Oktober 2018

Tari Rejang 

Tari Rejang bentuk tari-tariannya bermacam-macam. Tari Rejang ini juga dapat dipilah ke dalam dua kategori yakni, tari rejang sakral dan tari rejang profan. Tari Rejang Sakral biasanya sangat terkait dengan ritual keagamaan yang mesti dan harus ada dan dipentaskan pada saat upacara itu berlangsung. Sedangkan tari rejang profan tidak menjadi keharusan dalam mengisi upacara. Tari Rejang profan dapat ditonton diberbagai tempat dan tidak  ada konsekuensi terhadap hal yang Niskala atau magis. Rejang profan sifatnya balih-balian (tontonan) dapat dimodifikasi sehingga menjadi atraksi yang menarik untuk berbagai acara. lain halnya dengan tari rejang sakral khusus hanya dipentaskan pada saat upacara tertentu disuatu tempat suci yang merupakan rangkaian dari upacara tersebut. Tari rejang yang bersifat sakral mengandung makna yang religius-magis sehingga membawa konsekuensi terhadap keberlangsungan dari terselenggarannya upacara yadnya tersebut. Tari rejang sakral, bentuknya bervariasi sesuai dengan lokal wisdom atau sering di Bali disebut Desa Kala Patra. Dengan konsep desa, Kala, Patra, membawa konsekuensi logis terhadap penerapan berbagai pola prilaku dan dalam hal ini juga berpengaruh terhadap kesenian khususnya seni tari rejang. Secara faktual dapat dilihat bahwa disetiap desa memiliki ciri khasnya masing-masing dalam mengekspresikan tari renjang, baik yang bersifat sakral maupun tontonan (profan). Berikut beberapa contoh tari Rejang yang dapat dijadikan abstraksi terhadap pemahaman tari rejang, yakni sebagai berikut.



Peta