Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Senin, 10 Mei 2010

Gaya Wanita Bali Zaman Dulu



Kita diingatkan dengan romantisme. Bahwa semua telah berubah sebuah potret memperlihatkan akan adanya realitas dan fenomena yang pernah terjadi.

Minggu, 09 Mei 2010

Jenis Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur

KESENIAN TRADISIONAL MASYARAKAT DESA SEMBALUN

KESENIAN TRADISIONAL MASYARAKAT
DESA SEMBALUN


ABSTRACT

Sembalum is one of villages, which is located in the edge of Rinjani mountain in Lombok Island. This village has very beautiful landscape with its cool weather. Besides nicely weather and beautiful view, there is cultural heritage, which is still preserved continually up to now. One of culture heritages in Sembalun society is traditional art. As rural community, the existence of art is inseparable with its supporter society, because the pattern or the style is more approaches to traditional custom. In Sembalun society neighborhood, the development of traditional art is usually performed for local society necessities such as in ceremony, thanksgiving to goodness, celebration etc. Sembalun society has various traditional arts, those are music and dance. The traditional art music and traditional art dance of the society illustrate its society life symbols. Life hood of society is seen in traditional ceremony routine, songs, poem and dance. Thereby traditional music and traditional dance have integrated as the main part in its life community.
Keyword : Traditional Art - Music & Dance - Sembalun

SEJARAH LAHIRNYA KOTA SO’E

SEJARAH LAHIRNYA KOTA SO’E


ABSTRACT

So'E is the capital city of (Timur Tengah Selatan Regency) South Mid-East Regency / Onderafdelling Zuid Midden Timor (the word for this regency in the period of Dutch colonization). So'E Town is located in East Lesser Sundas province. In this research, it is used work procedure, and the anthology historiography which is generally consist of four main method, including the heuristic pace, the criticize pace, the interpretation pace and the historiography pace. According to this research, it is illustrated that So'E Town was established in a period of Dutch colonization on 1 September 1922. Since the town establishment, various progress development had succeeded to be accomplished, such as: (1). the constructed of asphalt road in So'E Town, (2). the establishment of traditional market, (3). The constructed of the schools and the other buildings as places for public service. Besides physically development, the establishment of the So'E Town had impact to social life and also society culture. The founded of So’E Town caused a lot of improvements and progresses in social and also culture life. In the social scopes such as: education, economic / trading and others. While in the scope of culture, the development of the So'E town was able to add and enrich culture treasury, which had been exist previously, and also support tourism development in East Lesser Sundas province.
Keyword: The Establishment of So'E Town Has Effect in Life of Community Social Culture.

PERALATAN PRODUKSI TRADISIONAL SUKU BOTI

PERALATAN PRODUKSI TRADISIONAL
SUKU BOTI



ABSTRAK

Peralatan produksi tradisional masih dimiliki oleh masyarakat suku Boti, antara lain : Loli, Nai Oe, Tuke, Tiba, Paku, Beninis, Sifo, Nunu, Ikesuti, None, Taunu, Nono, dan Tenus. Peralatan produksi tradisional masyarakat suku Boti tidak mengalami perkembangan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, karena masyarakatnya memang tidak mau terpengaruh oleh arus modernisasi dan globalisasi. Mereka masih tetap menggunakan peralatan produksi tradisional. Peralatan produksi tradisional masyarakat suku Boti tidak mengalami perkembangan ke arah modernisasi, maka peralatan produksi tradisional tersebut tidak memberikan pengaruh negatif terhadap masyarakat Boti. Justru sebaliknya peralatan produksi tradisional tersebut tetap memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Boti, karena dengan peralatan tradisional tersebut mereka tetap bisa berkarya dengan senang hati, bangga dan penuh tanggung jawab terhadap kehidupan keluarga serta masyarakatnya sekaligus tetap melestarikan nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan oleh nenek moyangnya.

Kata Kunci : Peralatan produksi, kehidupan masyarakat Boti.

Kesenian Suku Bangsa Loloan di Bali

Kesenian Suku Bangsa Loloan di Bali


Abstrak

Kesenian adalah ungkapan kreativitas dari kebudayaan itu sendiri. Satu hal yang penting dalam kesenian, khususnya kesenian tradisional adalah mengandung sifat-sifat atau ciri-ciri yang khas. Salah satu ciri khasnya adalah ia bukan merupakan hasil kreativitas individu melainkan tercipta secara anonim bersama dengan sifat kolektivitas masyarakat yang mendukungnya. Di Bali banyak kesenian tradisional yang masih hidup dan berkembang sampai saat ini. Kesenian tersebut tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat pendukungnya. Di antara sekian banyak kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di Bali, salah satu di antaranya adalah kesenian tradisional Suku Bangsa Loloan yang terdapat di Kabupaten Jembrana. Keberadaan kesenian ini perlu diungkap agar dapat diketahui oleh masyarakat luas.

Kata Kunci : Kesenian Tradisional.

KEPERCAYAAN MASYARAKAT BOTI

KEPERCAYAAN MASYARAKAT BOTI



ABSTRACT

Boti is a traditional village in the Island of Timor, it is exactly located in the sub-district of Kie, Middle South of Timor, East Nusa Tenggara Province. Most of Boti village societies still adhere to animism, who believes that all living things in the world have spirit. The form of animism is implied in the concept called “Uis Neno” and “Uis Pah”. Principally, it is hoping for peacefulness in line with the sense of offerings held, such as: traditional ceremony, birth celebration, farming ceremony (welcoming harvest time). “Uis Neno” and “Uis Pah” belief basically want to establish harmonious relation between men with nature. The testator of “Uis Neno” and “Uis Pah” is a spiritual figure named Nune Benu. Nune Benu died in the age of 110 years; later on the belief was passed down to his son, Nama Beno. This dogma is still kept alive and it develops until now. The followers of the “Uis Neno” and “Uis Pah” dogma are mostly from the society of native of inner Boti, which is now called small kingdom of Boti. On the other hand, outside inner Boti, they tend to follow Christian and Protestant dogma, except the population originally from Marga Benu keeps stay with their belief. The formulation of problem in this study is how the form of “Uis Neno” and “Uis Pah” develops and its existence. Apart from that, how is the implication with toward the society of Boti. The concepts applied were community concept and religious theory. The concept and theory were supported by interview and library methods.

Key words: the village of Boti (inner Boti) the follower of “Uis Neno” and “Uis Pah”

Upacara Perkawinan Daerah Sumbawa


I Made Sumerta, I Made Satyananda
dan Ni Luh Ariani

ABSTRACT

A marriage ceremony in Sumbawa society is not much different with the other wedding ceremonies in Indonesia. It also obeys the track common ceremony system, which is concerning three fundamental things such as preceding wedding ceremony, the main wedding ceremony, and ceremony after the main wedding ceremony. Marriage ceremony in Sumbawa, as one of the culture elements, is interrelated to various representation messages, which is expressed to all social community members through well known symbols of Sumbawa society tradition. Referring to representations messages of culture value, the concept can be comprehend through various symbols in their ceremony materials.

Keyword: wedding ceremony

BENTUK DAN MAKNA TATO TRADISIONAL MASYARAKAT SUMBA

BENTUK DAN MAKNA TATO TRADISIONAL
MASYARAKAT SUMBA


Abstrak

Pada permulaan abad XX Mesehi tradisi tato pada etnis Sumba masih dilakukan baik terhadap laki-laki maupun perempuan yang sudah dewasa. Adat istiadat etnis Sumba mengharuskan bertato karena persyaratan pernikahan. Etnis Sumba mempercayai jika sudah bertato akan memudahkan arwah leluhur untuk melayani segala permintaan anggota keluarga yang masih hidup. Pemuda dan pemudi jika belum bertato pada saat pernikahan akan mendapat cemoohan. Motiv Tato yang terdapat pada etnis Sumba antara lain : Lekota yaitu berupa ukiran yang mirip yang terdapat pada ukiran batu kubur. Kerewino, yaitu gambar semacam buah pinang. Mata Karibo, yaitu gambar mata kerbau. Gambar ayam dan kalajengking. Nama atau inisial huruf yang paling depan. Motiv tanda X ada pula dengan motiv tiang rumah adat. Penggunaan motiv-motiv tersebut, sangat berkaitan dengan kondisi local masyarakat Sumba. Sehingga pemaknaannya juga menggambarkan budaya setempat. Dengan terekspresinya budaya lokal melalui tato maka lestari pula unsur budaya lkcal etnis Sumba.

Kata Kunci : Tato, Tradisional, Etnis Sumba


POTENSI PARIWISATA KAMPUNG LOLOAN


Hartono

Abstract

Being multicultural society, the variety of Indonesian tribes and cultures with their own characteristic, are considered as adi luhung culture assets. Each area has their characteristic, as well as in nature, culture, and also language. So does Loloan tribe, it has also unusual characteristic or unique culture. It represents potency to be developed and preserved as target of tourism culture. The Tribe uniqueness with its multicultural culture in Indonesia is point of interest for tourist, and especially in Loloan. There are some potencies which are enable to be developed in Loloan such as mangrove forest, the place for fishing, makepung traditional art and its route, podium house, mosque historic, mausoleum, hadrah and burdah art. These potencies need to be developed and preserved by Loloan society as its supporter. moreover it is needed the government and the competent authorities’ role to cooperate with the society in developing culture and tourism of Loloan village.

Keyword : potency, culture, tourism

PERJUANGAN SULTAN MUHAMMAD SIRAJUDDIN MENENTANG BELANDA DI DOMPU TAHUN 1886-1934


Nuryahman, I Ketut Sudharma Putra dan
Raj. Riana Dyah Prawitasari

ABSTRACT

Region of Dompu is located in Sumbawa Island, Province of East Lesser Sundas. Before Indonesia Republic was proclaimed, Dompu had been a sovereign kingdom in Sumbawa Island. This research is aimed to reveal the struggle of Sultan of Muhammad Sirajuddin in opposing Dutch colonialism. This research uses some research methods and the critical historiography methods such as the stage of Heuristic, stage of Criticize, stage of Interpretation and stage of Historiography. The result of the research is revealed that at the time Sultan Muhammad Sirajuddin’s sovereign kingdom, he used to oppose the Dutch colonial policy for instance: opposing for Rodi forced labor, opposing the insisted forced in imposing the head tax, opposing for carrying out of the Lange Politic Contract, giving back the Star of honor which had been given by Dutch Government. The disobedience of Sultan Muhammad Sirajuddin caused the anger of Dutch Government, so the Dutch estranged him to Kupang and then he passed away there. As appreciation for Sultan Muhammad Sirajuddin struggle in opposing the Dutch at a period of colonization, Regency Government of Dompu relocates his frame corpse and he is proposed to be one of Indonesian National heroes.
Keyword: Insubordination of Sultan of Muhammad Sirajuddin, the Corpse Relocation, Proposing As an Indonesian National Hero

Sejarah Kota Taliwang Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat


Nuryahman

ABSTRACT

This Study is a preceding study about development of Taliwang Town in West Lesser Sundas. Taliwang is one of small town, which is located in west part of Sumbawa Island. It has been famous since long time ago. In the beginning, it was a residence for social groups, later it became as community land, which is called “Lar Lamat”. This “Lar Lamat” boundaries dominion is called as Nyaka , afterwards it became capital of a empire. Taliwang as a kingdom is one the parts of "Kemutar Telu", which also included “Seran”, and “Jereweh” and they were under Sumbawa Sultanate shelter. As a small kingdom, Taliwang is led by a Datu Taliwang, and also one of Sultan delegation, which titled “Enti Desa”. The kingdom of Taliwang also has its own structure traditional bureaucracy. In the period of the Dutch colonial, Taliwang became capital city of the region, which included Seteluk area and Taliwang. After the period of Republic of Indonesia, it became capital city of sub district. Then in this reform era, after the establishment of the West Sumbawa regency, Taliwang becomes regency capital city and it develops into a center of governance of West Sumbawa Regency. This new governance center is named "Kemutar Telu Center" ( KTC).
Keywords: Urban Ecology, Urbanization, Social Change, Hinterland, Social Mobility, Social Interaction

SYARIF ABDULLAH BIN YAHYA AL QODRI (SYARIF TUA) TOKOH PENDIRI KAMPUNG LOLOAN JEMBRANA 1799 – 1858

TOKOH PENDIRI KAMPUNG LOLOAN JEMBRANA
1799 – 1858

I Made Sumarja

ABSTRACT

Syarif Abdullah bin Yahya Al Qodri (The Old Syarif) is a figure from Pontianak, who was very opposing to the Dutch government colonial. Since the signing of cooperative work between the Dutch and Sultan Pontianak on 5 July 1779, the Old Syarif rebelled and he escaped to Jembrana in the west of Bali. On his arrival in Jembrana, the Old Syarif and his followers approached the king of Jembrana. They were well accepted by the King and they were even given a place for their settlement in around of river Ijo, which later this place is called Kampung Loloan. Since then the Old Syarif gave support to Jembrana kingdom, as well as in the politics, economics and spreading of Islam religion. The Old Syarif was very wise and helpful, so as a figure in Kampung Loloan he was very admired by society.
Keyword: Biography - History Figure

SISTEM KESENIAN MASYARAKAT BOTI


A.A. Gde Rai Gria

ABSTRAK

Boti merupkan salah satu desa tradisional di wilayah ”Kie”, Kabupaten Timur Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur. Suku Boti mempunyai budaya unik. Dalam berkesenian mereka sangat setia mempertahankan budaya lokal. Budaya lokal yang mereka lestarikan membuat Suku Boti mempunyai daya tarik bagi para wisatawan. Mengenai kesenian di suku Boti di samping seni kerajinan tenun dengan berbagai motif juga seni ukir dan seni musik. Pada setiap hari kesembilan masyarakat Suku Boti berkumpul untuk bersembahyang sambil mendengarkan wejangan dari kepala suku, pada hari itu pula semua laki-laki suku boti diharuskan membawa hasil kerajinan sambil diselesaikan sementara perempuan memintal benang, menenun dan menganyam. Mengenai seni musik tradisional yang masih tumbuh dan berkembang di Boti adalah tarian daerah (Bilut, Sboot, Maekat ) diiringi alat musik tradisional (leku, binyol, Sene, feku, tufuf dengan lantunan lagu-lagu daerah Timor.
Kata Kunci : Kesenian , Masyarakat Boti

ADAT DAN BUDAYA SUKU BOTI


I Made Satyananda


ABSTRACTS

Botinese community is a community who is still holding on firmly to their ancestors’ traditional inheritance. Their sattlement spreads through out the range of hills with their typical houses, i.e. Ume Kbubu, as a sleeping head quarter and kitchen, Loppo, as a place for relaxation an meeting, and Eku Tefas, as a place to receive guests. All of them join the nature.. Where as they worshipped Uis Neno because he determines whether they enter the heaven or to the hell. In every meeting, the spiritual leader of the Boti Dalam always teaches his followers to use anything traditional, in the sense of using their own producs, leko ka leko hiti kun leko neis, good or not, our own products are better. Living in a mutual life is a obligation planted in their individuals concerning the cuctoms, keeping and maintaining their surrounding nature of their settlement and to keep familial relationship tie among the members of the Botinese. In their life philosophy human beeings will be able to live safely, securely, peacefully, and prosperously if they keep, maintain and preserve the forests where they rely their life on.
The key words : settlement, Botinese community.

Cerita Rakyat Sebagai Dasar Budi Pekerti Masyarakat Desa Sembalun

Masyarakat Desa Sembalun


I Wayan Sudarma

Abstrak

Kebudayaan merupakan esensi kehidupan masyarakat. Mengenal kebudayaan sendiri berarti mengenal aspirasinya dalam segala aspek kehidupan sehari-hari. Kebudayaan menunjukkan jati diri seseorang. Perilaku seseorang sebagai individu akan menunjukkan kebudayaan komunitas masyarakat tertentu. Hal ini berkaitan dengan wujud kebudayaan dari suatu masyarakat yang terdiri dari pengetahuan budaya untuk memahami lingkungannya. Cerita rakyat sebagai bagian dari kebudayaan merupakan pengetahuan budaya yang penyebarannya dilakukan secara lisan turun temurun. Cerita rakyat menyiratkan pengetahuan budaya dalam bentuk makna-makna berupa norma-norma kehidupan yakni sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial dan sebagainya. Selain itu, bila dicermati lebih mendalam, cerita rakyat juga menyimpan nilai-nilai berupa kejujuran, rendah hati, kesetiaan, kepahlawanan, hukum karma, yang tentunya dapat dipakai landasan prilaku masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
Kata kunci: Cerita rakyat, Norma Prilaku, Kolektivitas/masyarakat.

Keunikan Budaya Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Desa Loloan, Kabupaten Jembrana

Di Desa Loloan, Kabupaten Jembrana

I Made Dharma Suteja

Abstract

There are four ethnic groups in Bali Island, which belong to the indigenous ethnic group or the newcomer ethnic group. Loloan people are classified as one of the Balinese ethnic groups because the Loloan community has large number of people in Bali, and they also have their unique social culture life. They have been in Bali since long time ago (since the time of the great empire ruled in Indonesia and particularly in Bali). There are some cultures uniqueness in Loloan tribe community, and some of them use (Bahasa Melayu Loloan) as communication language in their interaction daily life, dialect Loloan Melayu language (or it is usually called: kampong dialect) is similar with Melayu language dialect in Malaysia. These languages are usually used by speaker in the Islands of Riau Lingga, Johor (Malaysia), Singapura, Malaka, moreover in Loloan (Jembrana) and the most important in art field. The result of this research illustrates the distinctive culture of Loloan community as one of the ethnic group who still has their own characteristic, although there is more assimilation culture between the newcomer ethnic group and the indigenous ethnic group in this era. Some other cultures influence the exist of social culture in Bali, such as the modification of (panggung house) residence shape which its material is not made of wood anymore, there are also the Javanese part, there is relatives term or special name for kinship for example pak ngah, pak man, pak tut, there is influence in cycle of life such as elopement, there is Banyuwangi and Bali influence in sea thanksgiving (sedekah Laut). Although there is a lot of influences from other cultures, Loloan social culture is continue to exist from one generation to next generation.
Key Word: The Culture Uniqueness as Tourism Interest

Kota Bajawa dilihat dari atas perbukitan

Dampak Sosial Ekonomi Usaha Gerabah Terhadap Masyarakat Desa Banyumulek di Lombok NTB 1980 – 2002 (Suatu Kajian Sejarah)

Terhadap Masyarakat Desa Banyumulek
di Lombok NTB 1980 – 2002
(Suatu Kajian Sejarah)


I Made Sumarja, Nuryahman, Raj. Riana Dyah Prawitasari,
Cok. Istri Suryawati, dan I Putu Kamasan Sanjaya


ABSTRACT

Gerabah is an earthen object with shaped from moist clay and hardened by heat. At the first time Gerabah Banyumulek is introduced by Papuk Mulek area, particularly for its shape, and it’s making process. Gerabah Banyumulek has their unique gerabah style, its ornaments such as rattan mat, shells, cukli and ancient coin (metal money) ornaments beautifies gerabah-gerabah Banyumulek so make it looks more impressive and antique, if it is compared to the other gerabah from other areas.Until now gerabah become the charms of Banyumulek Countryside and it still provide the necessities of Banyumulek life hood society, which very influence the villager social life, such as the increasing of the villager social status, the increasing to obtain (haji) religious service of society and the rising of education level for the Banyumulek society. The increasing of people income, the neighborhood profit, and the increasing of employment opportunities are the mark of economic development in Banyumulek countryside. Thereby the craft of gerabah gives significant impact for the economic of social life in Banyumulek society
Keyword: The Craft of Gerabah – Social Economic Impact

KEHIDUPAN MASYARAKAT KAMPUNG LOLOAN PADA MASA KERAJAAN JEMBRANA ABAD KE-19

PADA MASA KERAJAAN JEMBRANA ABAD KE-19

Cok Istri Suryawati

Abstrak

Kehidupan masyarakat Kampung Loloan pada dasarnya sangat fleksibel dan terbuka.Kerjasama antar suku bangsa (etnis) sudah terjalin dengan baik sejak jaman kerajaan-kerajaan abad ke 17-19. Raja sebagai penguasa wilayah pada waktu itu, memberikan kebebasan kepada orang asing, bahkan raja membantu pendirian tempat ibadah, menghadiahkan tanah untuk tempat pemukiman dan perlindungan-perlindungan lainnya. Orang-orang Bugis di samping dikenal sebagai orang sakti atau dukun juga sangat berperanan dalam dunia perniagaan yang telah berlangsung lama. Perahu dagang Bugis sering digunakan oleh kerajaan dalam melancarkan perekonomiannya. Dengan demikian Jembrana menjadi terbuka oleh isolasi dengan kerajaan-kerajaan tetangga. Akhirnya Loloan pada abad ke-19 muncul sebagai pusat perdagangan di Jembrana menggantikan Bandar Pancoran yang menjadi sepi. Pelabuhan Loloan bertambah ramai dan semakin sering mendapat kunjungan dari pedagang Islam yang berasal dari Bugis, Melayu, Arab selain itu ada juga pedagang-pedagang Cina. Loloan menjadi tempat berkumpul sekaligus pertemuan kebudayaan berbagai suku bangsa serta lebih terlihat sebagai pusat persebaran agama Islam di Jembrana.
Kata Kunci : Kehidupan Masyarakat, Akulturasi Budaya.

Identitas Budaya Masyarakat Loloan Jembrana

Masyarakat Loloan Jembrana

S. Swarsi

Abstrak

Suku Loloan adalah salah satu etnis yang ada di Bali. Keberadaannya tidak lepas dari historis cultural yang ada di Indonesia. Suku Loloan merupakan representasi etnis yang beranekaragam. Suku Loloan terbentuk dari mobilitas penduduk yang migrasi dan akhirnya menetap berasimilasi dan beralkulturasi dengan baik terhadap penduduk lokal. Keanekaragaman ditujukan pada perbedaan geneologi, agama dan golongannya. Namun walaupun ada perbedaan dalam kenyataanya telah mampu melakukan pembauran dan membentuk sebuah identitas yakni suku Loloan.
Kata Kunci: Suku loloan, alkulturasi, Identitas.

SISTEM SOSIAL MASYARAKAT BOTI


I Gst. Ayu Armini, I Wy. Sudarma dan
I Kt. Sudharma Putra


Abstrak
Masyarakat Boti adalah bagian dari masyarakat Suku Dawan. Hal itu terlihat dari tatanan pola kekerabatannya. Tatanan kekerabatan suku Boti berupa keluarga batih yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anak yang belum menikah disebut ume atau ume tuaf. Kemudian, dalam tataran lebih luas dikenal adanya satu kesatuan keluarga luas atau klen kecil disebut kuan. Gabungan klen-klen kecil membentuk klen besar disebut kanaf. Sebuah kanaf dipimpin seorang amaf. Amaf-amaf ini nantinya diangkat sebagai pemimpin-pemimpin masyarakat yang berhubungan langsung dengan pah tuaf (penguasa wilayah). Gabungan beberapa amaf termasuk amaf-amaf dari lineage atau klen berbeda-beda disebut mnasi kuan (kampung atau desa).
Kata kunci : Suku Boti, sistem sosial, pandangan hidup dan kontrol sosial.

UPACARA TRADISIONAL NGAYU-AYU DI DESA SEMBALUN, LOMBOK TIMUR

DESA SEMBALUN, LOMBOK TIMUR


Ni Luh Ariani


ABSTRAK

Upacara “Ngayu-ayu” merupakan salah satu upacara tradisional yang berhubungan dengan pertanian, dilaksanakan rutin setiap 3 (tiga) tahun sekali oleh masyarakat desa Sembalun. Pelaksanaan upacara “Ngayu-ayu” berlangsung selama 4 (empat) hari di mulai dengan upacara “Mabija Tawar” yaitu upacara memberi obat penangkal/penawar pada bibit tanaman terutama tanaman padi dengan air dan batu yang diperoleh dari mata air Timba Bau atau Telaga Harum. Dilanjutkan dengan upacara pengambilan air yang berasal dari 12 (dua belas) sumber mata air. Puncak acara diawali dengan pemotongan kerbau dirangkaikan dengan mengaturkan sesampang, mapakin (penyambutan air) dilengkapi dengan ketupat dengan berbagai ukuran dan jajanan yang menyerupai alat-alat pertanian, Perang ketupat, dan acara ditutup dengan Ngaji Makom. Pelaksanaan upacara tradisional “Ngayu-ayu” sangat sarat dengan kandungan nilai-nilai budaya yang luhur yaitu antara lain: Nilai Spiritual, Nilai keseimbangan dan keharmonisan, Nilai Religius/keagamaan, Nilai Integrasi, Nilai Estetika/seni, Nilai Sosial yang termasuk di dalamnya: nilai kebersamaan, nilai gotong royong, nilai rela berkorban dengan tulus ikhlas, nilai gotong-royong dan nilai kasih sayang.
Kata kunci: Ngayu-ayu,, relegi/nilai.

Peran Perempuan Bali Pada Pelbagai aspek kehidupan

Pada Pelbagai aspek kehidupan


Oleh:
Dra. Yufiza

A. Pendahuluan

Segala kehidupan yang ada di dunia ini tidak pernah lepas dari sosok perempuan. Segala sumber kehidupan yang tengah kita jalani ini merupakan berkat dari campur tangan seorang perempuan. Siapa pun dia yang sekarang sedang mengecam kesuksesan di segala aspek kehidupan juga tidak bisa lepas dari pengaruh seorang perempuan. Seperti yang kita ketahui setiap insane di muka bumi ini lahir dari seorang perempuan yang begitu hebat sehingga mampu mempertaruhkan hidupnya demi kita. Perempuan yang kita maksud dalam hal ini adalah seorang ibu yang sangat berjasa pada keluarga yang selanjutnya memberikan pengaruh yang positif pada kehidupan sehari-hari.

PASU YADNYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU BALI

DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU BALI

Oleh :  I Wayan Rupa

ABSTRAK

The term of Pasu Yadna is related to holly sacrifices which are offered to the astral creatures. These creatures tend to have bad or evil charcteristic so they often disturb human life. In this world they are given the life authority for being live together with human being by the one almighty God (the universe creator). However in their daily life, they usually disturb human life. Therefore for neutralizing the bad or the evil characteristic, people as an individual or as group in the society carry out holly sacrifices by means of animals as their offering that is called Pasu Yadnya.

PARTISIPASI MASYARAKAT BALI DALAM UPACARA PANCA BALI KRAMA DI BESAKIH

DALAM UPACARA PANCA BALI KRAMA DI BESAKIH

Oleh
A.A Gde Rai Gria, S.S.



Abstrak
Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali yang merupakan pura Dang Kahyangan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Di Pura Besakih inilah diselenggarakan “Upacara Karya Agung Panca Bali Krama”.Upacara ini mrupakan Upacara Dewa Yadnya sebagai upacara korban suci yang dilakukan untuk memohon kepada Tuhan agar seluruh masyarakat yang ada di muka bumi ini mendapat keselamatan. Dalam upacara berlangsung ribuan pamedek ( pangunjung ) datang dari siang hingga malam. Mereka tidak saja datang ke Pura Besakih untuk sembahyang tetapi ikut berpartisipasi ngaturan ayah ( berkerja ) membuat sarana upacara, mereresik (bergotong royong membersihkan areal pura ), ngaturan punia dan masih banyak lagi ngayah yang lainnya dari berbagai intansi pemerintah dan wilayah-wilayah sesuai dengan jadwal yang telah diprogramkan oleh panitia upacara. Ini sebagai cermin kesadaran masyarakat Bali untuk beryadnya dengan rasa memiliki dan rasa kebersamaan yang tinggi.
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat dan Upacara Panca Bali Krama.

KOMUNIKASI BUDAYA MELALUI IKLAN (Iklan Susu Kental Manis Frisian Flag versi “Beli Saja”)

(Iklan Susu Kental Manis Frisian Flag versi “Beli Saja”)

Oleh:
Ida Bagus Sugianto

Abstract

The use of advertisement as culture communication media begin much to be done by all advertisement makers. The advertisement is much to be used as creativities set and ideas, which are able to facilitate the society desire in recognizing the information about various kinds of the existence culture in Indonesia. All makers or the advertisement creative teams use the traditional cultures because these cultures are distinctive characteristic of various ethnics in Indonesia. Intercultural communications and commercial target of one product is go along with society requirement for information about spirit characteristic of the nation and also government target in giving education values to the society through television
Keyword: Communications, Culture, Advertisement

NILAI-NILAI PERJUANGAN RAKYAT DALAM MENENTANG PENJAJAH DI DESA BLAHKIUH, KABUPATEN BADUNG


Oleh: I KETUT SUDHARMA PUTRA

ABSTRAK

Sejarah telah menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia sudah dikenal oleh bangsa-bangsa luar sejak jaman dahulu. Pada jaman Sriwijaya dan Majapahit, Bangsa Indonesia bahkan dikenal sampai di Aprika. Indonesia dikenal oleh bangsa-bangsa luar, selain memiliki kekayaan alam yang cukup banyak, juga nilai-nilai budaya yang sangat luhur. Salah satu contoh misalnya pada waktu Gajah Mada menjadi Maha Patih di Majapahit, ia selalu mengajarkan kepada rakyatnya untuk bersikap dan berprilaku yang baik. Sikap dan prilaku tersebut mengandung nilai-nilai budaya yang sangat luhur. Selain itu, dalam usaha memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya perjuangan rakyat di Desa Blahkiuh, terdapat nilai-nilai perjuangan yang dimiliki oleh rakyatnya seperti : Nilai Persatuan, Nilai He’roic/Keberanian dan Nilai Rela Berkorban.
Kata Kunci : Desa Blahkiuh, Nilai Persatuan, Nilai He’roic dan Nilai Rela Berkorban.

EKSISTENSI DAN PEMBERDAYAAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI PROVINSI BALI, NTB, NTT

TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA
DI PROVINSI BALI, NTB, NTT

Oleh : I Made Suarsana


A. PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, bahasa, budaya dan agama. Keberagaman suku bangsa, bahasa, budaya dan agama pada hakikatnya justru memperkaya khasanah budaya bangsa. Salah satu wujud budaya Indonesia tersebut adalah budaya spiritual yang berakar pada kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang pada dasarnya adalah warisan leluhur budaya bangsa. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai salah satu aspek warisan budaya bangsa (budaya spiritual) secara realistis masih hidup dan berkembang serta dihayati oleh sebagian masyarakat Indonesia.

PERFILMAN DI INDONESIA (Suatu Tinjauan Budaya)

(Suatu Tinjauan Budaya)

I Made Dharma Suteja


A. Pendahuluan
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diciptakan Tuhan. Salah satu keistimewaannya adalah manusia dilengkapi dengan akal pikiran. Aktivitas-aktivitas manusia melalui akal, pikiran, cipta, rasa dan karsa menghasilkan sebuah karya yang disebut dengan kebudayaan. Hasil karya tersebut menjadi kebanggan bagi si pencipta sehingga senantiasa dijaga kelestariannya.
Kebudayaan pada prinsipnya mempunyai tiga wujud : pertama, kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan; dari manusia dalam masyarakat; kedua, kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat; ketiga, kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia (Koentjaraningrat, 1974:15). Kebudayaan secara umum berarti hampir semua tindak-tanduk dan tingkah laku manusia atau sekelompok manusia.

PENGUATAN BUDAYA LOKAL MELALUI INDUSTRI KREATIF UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


Oleh
I Made Purna
PENDAHULUAN
Di tengah persaingan global masyarakat dunia dituntut untuk terus berpacu dan tanggap terhadap segala peluang yang ada, agar dapat bertahan dan lebih dari itu dapat berinovasi mengembangkan kemampuan dengan harapan dapat memajukan kesejahteraan hidup. Bagaimanapun menghadapi pengaruh global tidak bisa hanya berpangku tangan tanpa adanya tindakan-tindakan yang secara sadar bergerak atau berinisiatif menumbuhkan kreativitas dalam berbagai bentuk kegiatan yang secara kontinyu dapat berpartisipasi menanggapi kompetisi di tengah zaman globalisasi ini. Karena itu sebagai langkah memotivasi masyarakat, telah menetapkan tahun 2009 sebagai Indonesia kreatif yang bersumber dari ide seni budaya, teknologi dengan berkaitan dengan potensi alam setempat

GLOBALISM PERGULATAN POLITIK REPRESENTASI ATAS BALI

REVEW BOOK:
GLOBALISM PERGULATAN POLITIK REPRESENTASI ATAS BALI




Buku ini mengkritisi fenomena yang terjadi di Bali. Bali tumbuh dan berkembang dan popular menjadi pulau dengan citra yang turistik. Dalam buku ini disebutkan bahwa ada tiga citra popular yang melekat pada Bali. Adapun itu, yang pertama citra pulau Bali yang turistik. Hal ini bermula dari tokoh-tokoh Barat memberikan sanjungan dengan berbagai nama seperti: Bali adalah sorga dunia yang terakhir (Miquel Covarrubias dalam bukunya islands of Bali), dia mencitrakan tentang Bali adalah Bali yang eksotis: Bali dengan identitas perempuan yang “telanjang dada”, damai, rukun, harmonis dan sebagainya. Pencitraan yang seperti itu membawa daya tarik bagi orang untuk berkunjung karena dalam imajinasi mereka tentang Bali tertanam pikiran yang damai, ramah, indah dan harmonis. Itu lah sebabnya Bali menjadi sebuah tujuan wisata dunia.

MENUJU PEMAHAMAN PRILAKU BUDAYA BERFILSAFAT MELALUI MEDITASI

MENUJU PEMAHAMAN PRILAKU BUDAYA
BERFILSAFAT MELALUI MEDITASI

Oleh:
Dra.Cok Istri Suryawati

Filsafat secara harfiah philosohia yang artinya “mencari kebijaksanaan” hingga pada pemikiran yang kritis atau mencari hakikat sesuatu dikalangan akademis disebut sebagai ilmu kritis. Walaupun demikian filsafat telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik dari segi arti maupun peran dan fungsinya, khusus bagi perkembangan manusia dan ilmu pengetahuan. Meditasi sebagai salah satu bentuk kehidupan manusia yang bertujuan untuk mencari ketenangan, kebahagiaan dengan cara tertentu, merupakan bagian dari perilaku manusia yang bermakna, yang juga merupakan bagian dari kebudayaan suatu bangsa atau kebudayaan manusia.

Dasar Filsafat Agama-agama Dalam Rangka Menciptakan Keindahan Multikulturalisme di Indonesia

 Dasar Filsafat Agama-agama Dalam Rangka Menciptakan Keindahan Multikulturalisme di Indonesia

Oleh
I Gusti Ngurah Jayanti



Buku ini awali dengan mendeskripsikan perkembangan filsafat. Di tanah Yunani sebelum tahun masehi ahli-ahli pikir mencoba menerka teka-teki alam yang melingkupi serta dengan isinya. Zaman itu pemikiran tentang alam masih dalam mitos dan kepercayaan. Kemudian ahli-ahli pikir tidak puas keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya. Pada abad ke enam sebelum masehi di kota kecil melitos, para ahli mempelajari mencari inti alam. Adapun tokoh-tokohnya yaitu: Thales, berpendapat bahwa dasar pertama inti sari alam adalah air, kemudian Anaximenes mengatakan bahwa inti sari alam adalah udara, kemudian Pitagoras mengatakan bahwa dasar pertama dari segala sesuatu adalah bilangan. Hiroklitos, bahwa di dunia ini segala sesuatu itu adalah berubah yang disebabkan oleh api. Paraminendes, mengingkari gerak artinya tidak ada perubahan yang di sebut dengan “filsafat Ada” atau abadi.

Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Sebuah Pengantar

Judul: Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Sebuah Pengantar
Pengarang : John Storey
Cetakan : I Januari 2007
Jumlah Halaman : Xii +186 ; 15x21cm
Pernerbit : Percetakan Jalasutra

I Gusti Ngurah Jayanti



Istilah “budaya pop” (cultural popular) dalam bahasa Spanyol dan Portugis secara harfiah berarti “kebudayaan rakyat” (de la gente, del pueblo; da gente, do povo). Pop, dalam pengertian ini, tidak berarti tersebar luas, arus utama, dominan, atau secara komersial sukses. Dalam bahasa dan kebudayaan latin kata ini lebih banyak mengacu pada ide bahwa kebudayaan berkembang dari kreativitas orang kebanyakan. Budaya pop berasal dari rakyat; budaya pop bukan diberikan kepada mereka. Perspektif ini menjebol pembedaan antara produsen dan konsumen artifak budaya, antara industri budaya dan konteks penerima. Kita semua memproduksi budaya pop. Membangun budaya pop merupakan pelaksanaan kekuasaan budaya (Lull, 1998 : 85).

Jenis tenun tradisional Bali

Peta