Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Rabu, 27 Juli 2011

TEORI DEKONSTRUKSI



Oleh
I Gusti Ngurah Jayanti

Dalam rangka tugas pengembangan teori yang akan diaplikasikan kedalam rencana tesis nanti, dimana tugas pertama Teori Interaksi Simbolik kiranya kurang relevan, maka sesuai arahan dosen pengajar (Prof. DR. I Nyoman Kutha Ratna, S.U.) untuk menggantinya dengan yang sesuai. Maka dalam tugas kedua ini saya memilih Teori Dekonstruksi, karena masalah dekonstruksi sangat tepat kiranya sehubungan dengan topik rencana tesis saya nanti adalah “Eksistensi Seni Patung Sexual di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar (Sebuah Kajian Budaya)”.

TEORI HEGEMONI



Oleh
I Gusti Ngurah Jayanti

Teori hegemoni Gramsci adalah salah satu teori politik paling penting abad XX. Teori ini dibangun di atas premis pentingnya ide dan tidak menutupinya kekuatan fisik belaka dalam kontrol sosial politik. Hegemoni adalah kekuasaan atau dominasi yang dipegang oleh satu kelompok sosial terhadap kolompok-kelompok sosial lainnya. Hal ini mengacu pada “saling ketergantungan asimetris” dalam hubungan politik, ekonomi, budaya di antara dan dikalangan negara-negara kebangsaan (Straubhaar, 1991 dalam Lull, 1998) atau perbedaan di antara dan dikalangan kelas-kelas sosial dalam satu bangsa.

BENTUK CERITA JARATKARU DALAM TRADISI MESATWA PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI



I Nyoman Duana Sutika (Unud Denpasar) dan
I Gusti. Ngurah. Jayanti (BPSNT Denpasar)


ABSTRAK
Carita Jaratkaru adalah salah satu cerita bagian dari Adiparwa. Adiparwa merupakan parwa pertama dari delapan belas parwa Mahabharata yang dikenal dengan Astadasaparwa. Sebagai sastra parwa umumnya, Cerita Jaratkaru juga menunjukkan ketergantungannya dari kutipan-kutipan karya asli dalam bahasa Sanskerta yang tersebar di seluruh teks. Intinya cerita ini menekankan pemahaman tentang cinta kasih anak terhadap orang tua, dijabarkan dalam bentuk ruwat. Teks Carita Jaratkaru pada konteks umat Hindu di Bali memiliki makna hakiki sebagai nilai mengenai hubungan leluhur dan anak, namun dalam kenyataan sebagian masyarakat khususnya generasi muda melakukan penyimpangan terhadap nilai-nilai tersebut. Carita Jaratkaru digunakan oleh masyarakat Hindu Bali di dalam mengiringi aktivitas panca yadnya, terutama pada upacara pitra yadnya.
Kata Kunci: Ceritra Jaraktaru, Upacara yadnya, dan Mesatwa.

ABSTRACT
Jaratkaru is one of the story parts in Adiparwa. Adiparwa is the first parwa (story part) from eighteen parwas in Mahabharata which is more recognized as Astadasaparwa. As the  common literary parwa,  the story of Jaratkaru  also shows its  dependence on the quotations of the original Sanskrit masterpiece that can be seen at the whole text. Essentially, this story emphasizes on comprehension about children’s love to their parents, illustrated in the form of ‘ruwat. In perspective of Hindu in Bali, the Story of Jaratkaru has real meaning as the values of the link between ancestors and the later generation, in fact, however some of Hindu societies, the young generations particularly make the devitions against such  values. The Balinese Hindu uses the story of Jaratkaru in the ritual of panca yadnya, especially in pitra yadnya ceremony.
Key words: The Story of Jaraktaru, Yadnya Ceremony, and Story Telling.

Kamis, 21 Juli 2011

TEORI DEKONSTRUKSI


Oleh
I Gusti Ngurah Jayanti

Secara etimologi Dekonstruksi berasal dari akar kata de + constructio (Latin). Prefiks “de” berarti: kebawah, pengurangan, terlepas dari. Constructio berarti: bentuk, susunan,hal menyusun, hal mengatur. Jadi, dekonstruksi dapat diartikan sebagai pengurangan atau penurunan intensitas bentuk yang sudah tersusun, sebagai bentuk yang sudah baku (Kutha Ratna, 2004:250).

TESIS : RESISTENSI TERHADAPA KEBIJAKAN PEMERINTAH

Para pekerja di kawasan Galian C Klungkung





RESISTENSI TERHADAP

KEBIJAKAN PEMERINTAH ATAS PENUTUPAN KEGIATAN GALIAN C DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) UNDA KLUNGKUNG:

SEBUAH KAJIAN BUDAYA


Oleh
I Gusti Ngurah Jayanti

ABSTRAK

Galian C bekas endapan material Gunung Agung telah menipis. Cadangan material galian C DAS Unda termasuk sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Kondisi yang sedemikian parah melihat lingkungan alam di daerah galian C Klungkung maka pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Instruksi Bupati tahun 2002, pada intinya penutupan segala bentuk aktivitas penggalian material di daerah galian C DAS Unda Klungkung. Penutupan kegiatan galian C di protes oleh sebagian masyarakat khususnya komunitas penggali pasir. Penutupan tersebut memunculkan kesadaran resistensi.

Peta