Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Kamis, 13 Oktober 2011

Gempa Guncang Bali

BERITA HARI INI Tanggal 13 Oktober 2011

Gempa

Telah terjadi Gempa berkekuatan 6.8 Skal Riter di Bali. Pusat Gempa diketahui di daerah Kabupaten Badung, sekitar pantai wisata Nusa Dua. Pusat gempa diperkirakan 10 km dari permukaan laut. Guncangan  Gempa dirasakan hampir seluruh Ibukota kabupaten. Namun getaran di masing-masing kabupaten memiliki kekuatan bervariasi sesuai radius dari pusat Gempa. Getaran gempa yang paling kuat adalah di daerah Objek wisata Nusa dua. Namun mengenai korban jiwa belum ada informasi yang jelas. Hingga saat ini mengenai kerusakan yang terjadi masih dalam tahap pemantauan dan pengecekan.

Gempa dan Mitos

Peristiwa gempa di Bali selalu membawa mitos dan dalam dunia Niskala cenderung merupakan pertanda. Hal ini merupakan sistem kepercayaan bagi penduduk Bali yang memegang konsep Rwa Bineda. Gempa pada tataran yang ilmiah merupakan pergeseran lapisan Bumi ini dalam pandangan nyata orang Bali disebut Skala. Menyebut istilah lokal dengan kata skala maksudnya adalah asumsi atau prediksi yang diberikan secara nyata dengan panca indra. Skala bagi orang Bali disebutkan bahwa gempa itu nyata dan dalam konsep yang dapat dilogikakan atau terukur sesuai dengan apa yang terjadi dan di perhitungkan dengan logika logis dan ilmiah. Namun dalam konsep Niskala akan berbeda memandang Gempa, bahwa gempa selalu akan dilihat sebagai tanda yang irasional dan tidak mudah untuk diperkirakan atau diasumsikan bagi mereka yang awam. Namun bagi mereka yang menjalani tingkat spiritual tentu mereka memiliki pandangan tersediri mengenai tanda alam dari sudut pandang Niskala. Nah disinilah terjadi Rwa Bineda yang membedakan dua sisi berlawanan tetapi saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya. Asumsi mengenai Gempa bagi orang Bali yang percaya terhadap hukum Rwa Bineda akan cepat bereaksi terhadap peristiwa gempa ini.
Dengan tanda yang diberikan oleh alam yang berupa gempa, menjadi pertanyaan yang sering akan terucap, Bagaimana orang Bali memaknai Gempa ini? selanjutnya apa yang sebenarnya terjadi secara Skala dan Niskala? sungguh pertanyaan yang akan sangat sulit dijawab. Namun kita percaya bahwa kejadian bencana Alam yang berupa gempa merupakan sebuah isyarat agar manusia menjaga alam dan lingkungannya.

Jumat, 07 Oktober 2011

Kebakaran NIKI-NIKI JILID III

Kebakaran Jilid II Niki niki (TTS)

 Peristiwa Kebakaran di Kantor Cabang Pembantu BRI NIKI-NIKI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TTS) NUSA TENGGARA TIMUR.Sekilas photo yang dapat di rekam kamera.... Jilid II




SEKILAS BIDIKAN KAMERA

Peristiwa Kebakaran di Kantor Cabang Pembantu BRI NIKI-NIKI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TTS) NUSA TENGGARA TIMUR.
Sekilas photo yang dapat di rekam kamera.... Jilid I


Senin, 03 Oktober 2011

Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Sebuah Pengantar


Resensi Buku
Judul: Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Sebuah Pengantar
Pengarang : John Storey
Cetakan : I Januari 2007
Jumlah Halaman : Xii +186 ; 15x21cm
Pernerbit : Percetakan Jalasutra



Istilah “budaya pop” (cultural popular) dalam bahasa Spanyol dan Portugis secara harfiah berarti “kebudayaan rakyat” (de la gente, del pueblo; da gente, do povo). Pop, dalam pengertian ini, tidak berarti tersebar luas, arus utama, dominan, atau secara komersial sukses. Dalam bahasa dan kebudayaan latin kata ini lebih banyak mengacu pada ide bahwa kebudayaan berkembang dari kreativitas orang kebanyakan. Budaya pop berasal dari rakyat; budaya pop bukan diberikan kepada mereka. Perspektif ini menjebol pembedaan antara produsen dan konsumen artifak budaya, antara industri budaya dan konteks penerima. Kita semua memproduksi budaya pop. Membangun budaya pop merupakan pelaksanaan kekuasaan budaya (Lull, 1998 : 85).

KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA


(SEBUAH REALITA)

I Made Suarsana
                                                        
Abstrak
Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada kenyataannya lahir, hidup, tumbuh, dan berkembang di bumi Indonesia sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia yang bersifat luhur serta adiluhung. Kepercayaan terhadap Tuhan, warga penghayat kepercayaan, beserta organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kini mengalami tantangan yang sangat besar dalam masa kali yuga, modernisasi, dan globalisasi seperti sekarang ini. Karena itu upaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya mewujudkan manusia Indonesia yang berbudi luhur harus benar-benar dilaksanakan dengan serius dengan selalu ingat (eling) kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersembahyang, sujud bhakti setiap saat kepada Beliau agar segala rintangan, tantangan dan hambatan dapat selalu diatasi.

Kata Kunci :  Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Realita.


Abstract
The Belief in Almighty God factually borns, lives, grows, and develops in Indonesia as Indonesian heritage that has august and also adiluhung characteristics. The Belief in God, its adherents, and belief in God organizations have a huge challenge in a period of time kali yuga, modernization, and globalization as it is today. Therefore, efforts to draw closer to God Almighty as well as efforts to built virtuous Indonesian must be completely implemented seriously by always remember (eling) to God the Almighty, prayining, and devoted to God for all the time, in order all obstacles and challenges to be able always overcome.
Keywords : Belief to God Almighty, Reality.

Peta