Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Kamis, 24 November 2011

Tenun Ikat So'E dan Varian Motifnya

Salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia adalah hasil karya yang berupa kain tenun ikat. Kain tenun ikat, So'E tentu saja memberikan warna tersendiri terhadap warisan budaya dunia. Motif yang beragam menjadikan kain tenun ikat So'E memiliki identitasnya tersendiri. Tenunanya masih bersifat tradisional dan dikerjakan dengan manual.
Adapun Jenis dan corak dari tenun ikat So'E dapat dilihat sebagai berikut.

Kamis, 03 November 2011

KEGIATAN PERKUMPULAN BALI DARMA LAKSANA PADA MASA KOLONIAL


PADA MASA KOLONIAL


I Gusti Ngurah Jayanti

ABSTRAK
Perkembangan pendidikan masa kolonial di Bali sangat di pengaruhi oleh  perkembangan pendidikan di Pulau Jawa. Pemuda-pemuda Bali yang memiliki semangat untuk mengenyam ilmu pengetahuan banyak yang bersekolah di Jawa.Pemuda-pemuda Bali yang telah menempuh pendidikan inilah mulai mengembangkan pendidikan modern di Bali. Para pemuda banyak mewadahi dirinya dengan mendirikan perkumpulan yang salah satunya terbentuk adalah perkumpulan Bali Darma Laksana (BDL). BDL memfokuskan arah perjuangannnya dengan melakukan pencerdasan terhadap masyarakat untuk setidaknya mulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Disinilah BDL dalam aktifitasnya melakukan gerakan kemasyarakat Bali mengajak agar orang tua mau menyekolahkan anak-anaknya. BDL juga membuka kursus-kursus gratis kepada masyarakat. Selain itu menerbitkan sebuah majalah Djatajoe untuk memberikan penerangan dan pemikiran terhadap masyarakat khusunya di Bali.
Kata Kunci: Perkembangan Pendidikan, Bali Darma Laksana, dan kolonial.

ABSTRACT
Education development in colonial era in Bali is very influenced by the education development in Java. A lot of Balinese young men who have passion to received knowledge got his school in Java. Those Balinese youths who had education began to develop modern education in Bali. The young men accommodate themselves by founding a lot of associations and one of those associations is Bali Darma Laksana (BDL). The struggle of BDL focused to educate the society at least begins to raise awareness in the importance of education. BDL did Balinese social movement to invite Balinese parents should send their children for school. BDL also opened free courses to the public. Moreover it also published Djatajoe magazine to provide information and consideration to the society especially in Bali
Keywords: Education Development, Bali Darma Laksana, and colonial.

PERANAN SELAT BALI MASA REVOLUSI PISIK TAHUN 1945 – 1949


TAHUN 1945 – 1949


I Made Sumarja


ABSTRACT
Peranan Selat Bali pada  masa Revolusi Pisik sangat penting baik didalam pengiriman bantuan senjata, tentara dan sebagainya, sehingga diawasi sangat ketat oleh Belanda supaya hubungan pejuang Bali dengan pejuang yang ada di Jawa terbatas. Selat Bali sepanjang revolusi pisik menempati posisi sebagai garis hidup bagi perjuangan di Bali karena sebagai tempat lalulintas dan penghubung para pejuang di Bali dengan pejuang yang ada di Jawa. Perjuangan bersenjata di Bali ditentukan terutama karena berhasil tidaknya usaha untuk mempertahankan jalur hubungan Jawa – Bali melalui daerah Bali Barat yaitu Selat Bali. Perjuangan setelah kemerdekaan ini dikenal dengan Perjuangan Revolusi Pisik yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat dengan taktik perjuangan gerilya.
Kata kunci: Selat Bali masa Revolusi Pisik 


ABSTRACT
The Role of Bali Strait in the time of Armed Revolution is very important both in shipments of additional weapons, soldiers, etc, so it is watched closely by the Dutch in order to limit the link between Balinesse and Javanesse patriotist. Bali Strait during armed revolution occupied as a struggle lifeline position in Bali as a place of traffic and connecting the patriotist in Bali with the patriotist in Java. Armed struggle in Bali is determined by the success of efforts to maintain the link lines of Java - Bali through Bali Strait in west part of Bali. Struggle after independence is known as the Struggle of Armed Revolution involving various levels of society with tactics of guerrilla struggle
Key words: Bali Strait during the Armed Revolution

KEPERCAYAAN KOMUNITAS ADAT DESA SEMBALUN BUMBUNG DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

I Made Suarsana


ABSTRAK
Penelitian terhadap kepercayaan komunitas adat di Desa Sembalun Bumbung, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini bersifat deskriftif kualitatif.  Penelitian ini mengungkapkan kepercayaan asli komunitas adat Sembalun Bumbung yang berbentuk animisme dan dinamisme dengan kearifan lokal yang terkandung didalamnya. Kepercayaan tersebut berfungsi menata kehidupan serta hubungan antara masyarakat Sembalun Bumbung dengan Tuhannya, dengan sesama manusia serta dengan lingkungan alamnya. Kepercayaan itu pula mengandung makna kehidupan yang sangat mendalam yakni dari mana manusia itu berasal dan akan kemana setelah manusia itu meninggalkan dunia fana ini. Kepercayaan asli tersebut sampai kini masih tetap eksis dalam komunitas adat Sembalun Bumbung yang  warganya menganut agama Islam.  
Kata Kunci :  Kepercayaan, Komunitas Adat, dan kearifan lokal.

ABSTRACT
The research to indigenous communities belief in Sembalun Bumbung village, West. Lesser Sundas Province is descriptive qualitative. This research reveals the original belief of Sembalun Bumbung indigenous communities, which are animism and dynamism with local wisdom therein. The belief has function to put in order the relationship between Sembalun Bumbung society with the God, with fellow human beings and the natural environment. The belief also contains a very deep meaning of life about where humans came from and where the humans after they leave the world. The original belief still exist up to now in Sembalun Bumbung indigenous communities whose profess Islam
Keywords: Belief, Indigenous Communities, and Local Wisdom.

GEGURITAN AHMAD MUHAMMAD DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT JEMBRANA, BALI


DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT JEMBRANA, BALI

Ida Bagus Sugianto



ABSTRAK
Geguritan adalah salah satu karya sastra yang populer di Bali. Suatu bentuk karya sastra yang berkembang di Kabupaten Jembrana, Bali adalah Geguritan Ahmad Muhammad, yang merupakan geguritan perpaduan antara dua kebudayaan yaitu, kebudayaan Hindu dan Islam. Karya ini merupakan suatu varian budaya yang unik, yang terbentuk dari dua kebudayaan tadi. Geguritan yang bernafaskan Islam yang berkembang di Jembrana ini, tidak terlepas dari masuknya suku-suku pendatang seperti Bugis dan Pontianak ke Jembrana. Kebudayaan Plural yang berkembang kemudian menciptakan suatu karya budaya yang dapat mengembangkan varian yang unik dan digunakan dalam upacara siklus hidup baik masyarakat Bali-Hindu maupun masyarakat Bali-Islam.
Kata Kunci: kebudayaan plural, karya sastra unik.

ABSTRACT
Geguritan is one of the popular literary works in Bali. Geguritan Ahmad Muhammad is a form of literature that develops in Jembrana District, Bali, it is blended Geguritan among two cultures those are, Hindu and Islamic culture. This literary work is a unique cultural variant, which is formed from two those cultures. Islamic Geguritan develops in Jembrana, not apart from the entry of immigrant ethnics to Jembrana, such as Bugis and Pontianak. The develop plural culture then creates a work culture that can develop a unique variant and it used in the life cycle ceremony both for Balinese Hindu and Balinese Moslem.
Keywords: plural culture, unique literary work.

VARIAN BENTUK PATUNG LINGGA YONI GAYA SUKANTA WAHYU


GAYA SUKANTA WAHYU

I Ketut Buda
Institus Seni Indonesia Denpasar

ABSTRAK
Patung lingga yoni gaya Sukanta Wahyu merupakan suatu karya patung dengan menggunakan konsep dasar filosofi dari lingga dan yoni. Lingga dan yoni di interpretasikan sebagai perwujudan kekuatan alam semesta. Dari kekuatan dan penyatuan dari lingga dan yoni maka penciptaan dalam segala bentuk yang terdapat di alam ini menjadi mungkin. Dari konsep lingga yoni, Sukanta Wahyu mencoba untuk mengadaptasi konsep itu dalam keadaan yang lebih realis agar muda untuk dipahami sehingga muncullah proses kreasi dan inovatif dalam bentuk patung. Patung lingga yoni dalam karya Sukanta Wahyu memiliki pola baru dalam menerjemahkan konsep lingga sesuai dengan semangat zamannya yang cenderung lebih kontemporer.
Kata Kunci: Varian bentuk, patung lingga yoni dan Sukanta
Wahyu.

ABSTRACT
Lingga yoni statue of Wahyu Sukanta style is a work of sculpture by using the the philosophy basic concept of lingga and yoni. Lingga and yoni is interpreted as a manifestation of the universe power. Derived from the strength and unification of the lingga and yoni, the creation in all forms that contained in this nature becomes possible. From the concept of lingga yoni, Sukanta Wahyu tried to adapt the concept in a more realistic situation for young people to understand, therefore the creative process and innovative comes in the form of sculpture. Lingga yoni sculpture in the works of Sukanta Wahyu has a new pattern in interpreting the concept of lingga in accordance with the spirit of his time who tend to be more contemporary.

Peta