Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Pulau Bali menjelang detik-detik pergantian tahun baru menuju tahun 2012 menjadi ajang pertempuran kembang api diberbagai tempat, baik di plosok desa maupun perkotaan. Diperkirakan dari fakta yang terlihat bahwa ribuan kembang api dan mercon telah mewarnai jalannya pesta pergantian tahun yang tinggal 15 menit lagi. Bila dihitung secara ekonomis, kemungkina telah berapa meliar uang telah terbakar diudara. kini saatnya para pedanggang kembang api dan mercon panen rejeki. Dampak dari ribuan kembang api yang terbakar diudara, membuat langit Bali menjadi gelap karena asap dari kembang api tersebut. Setiap jengkal jalan di sepanjang kota Denpasar berjejer pedagang kembang api dan mercon.
Slamat tahun baru 2012 semoga pesta ini tidak hanya menjadihttp://draft.blogger.com/blogger.g?blogID=1068876981338935159#editor/target=post;postID=3930247811397409392 glamor kemeriahan materi semata namun pergantian tahun menjadi refleksi bagi kita semua untuk mengamalkan kebaikan dan kebajikan di bumi ini. Semoga kedamaian dunia ini terwujud dan tidak ada perang maupun kekerasan diberbagai negara.

Salam hangat dari Redaksi Varian Wisata Budaya Sunda Kecil.

Jumat, 16 Desember 2011

BUDAYA POPULER SEBAGAI KOMUNIKASI: DINAMIKA POPSCAPE DAN MEDIASCAPE DI INDONESIA KONTEMPORER



Penulis: Idi Subandy Ibrahim
Penerbit: Yogyakarta: Jalasutra
Cetakan: Pertama
Tahun: Desember 2007
Tebal dan Ukuran Buku: xxxii +379 hlm.; 18,5 × 23

Oleh :
I Gusti Ngurah Jayanti


Dalam pengaruh perkembangan globalisasi dan modernisasi hampir semua ranah dan ruang kehidupan menjadi tanpa sekat dan hampir sebagian tersaji dalam ranah publik. Ini sangat terasa karena komunikasi yang tercipta begitu cepat dan instan memasuki kehidupan masyarakat dunia. Istilah “globalisasi” diciptakan untuk menggambarkan ruang lingkup perkembangan-perkembangan yang sedang terjadi dalam komunikasi dan kebudayaan (Featherstone dalam Lull, 1998:178). Hal ini bisa terjadi karena komunikasi virtual telah memasuki seluruh area atau ruang dunia yang tanpa batas. Keadaan ini terjadi terutama pada masyarakat pedesaan maupun perkotaan yang telah terpengaruh oleh keadaan modernitas. Bagaimanapun pengaruh media membawa dampak yang luar biasa terhadap perubahan prilaku masyarakat yang dalam kata lain telah mempengaruhi kebudayaan dalam arti luas. Pada masyarakat perkotaan misalnya, sudah sangat inten menghadapi media, baik media masa maupun media elektronik seperti televisi maupun Internet yang belakangan ini telah memasuki ranah privasi. Media internet sebagai contoh dapat dikatakan telah menjadi kebutuhan dalam pola pergaulan dengan jejaring sosialnya. Dunia terasa ada dalam genggaman. Dalam dunia maya seperti ini setiap orang bebas bermain ‘tanda’ dan sesukanya merubah ‘makna’ sesuai kehendak. Inilah budaya populer yang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia yang kontemporer. Tanda merupakan suatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita; tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri; dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga disebut tanda (Fiske, 2007:61). 

KERAJINAN TRADISIONAL PERAK DAN KUNINGAN DI DESA KAMASAN DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BERBASIS BUDAYA BALI


Kerajinan Tradisional Perak dan Kuningan
di Desa Kamasan
Dalam Pengembangan Industri Kreatif
Berbasis Budaya Bali





ABSTRACT
This research aims to reveal the kinds of silver and brass handicrafts, production and distribution in Kamasan village which still exist, moreover to understand the function and value of silver and brass crafts in Kamasan village based Balinesse culture. This study uses depth interviews and observation techniques to collect the data, then data analysis used the technique of qualitative analysis. Silver and brass crafts in Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung produce various kinds of handicrafts such as: bokor, batil (the container of holy water), dulang (the offerings place), caratan (place of holly water (ketle) and many others depend on costumer orders. The crafts are made of silver and brass by the craftsmen in Kamasan village has economic function, social function, cultural function and also contains religious values, spiritual values and aesthetic values.
Keywords: craft, function, value

Peta