Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Rabu, 16 Mei 2012

INFO SEJARAH KOTA RUTENG






Info Sejarah Kota
Oleh : I Gusti Ngurah Jayanti
SEJARAH KOTA RUTENG NUSA TENGGARA TIMUR
Sejarah Kota Ruteng selama ini kurang mendapat perhatian dan seolah-olah terlantarkan. Tidak banyak yang menyadari bahwa sejarah Kota Ruteng paling unik di Nusa Tenggara Timur bahkan di segenap Indonesia, karena awal pendiriannya sinkron dengan awal administrasi kolonialisme Belanda di Manggarai. Disamping itu juga sangat erat hubungannya dengan usia perlawanan berdarah rakyat Manggarai melawan kolonealime Belanda atau pendirian administratif koloneal Belanda di Manggarai. Mengenai keunikan dan proses perlawanan sehingga terbentuknya Kota Ruteng, kemungkinan banyak yang masih tahu lewat penurunan tradisi sejarah lisan, terlebih yang masih sangat segar beredar di dalam lingkungan keluarga yang pernah terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut. Tetapi kepastian tahun suatu peristiwa bersejarah tidak terekam secara jelas, karena tradisi lisan sejarah di Manggarai memang hanya mementingkan unsur ceritanya, dan tidak mempunyai kebiasaan budaya dengan perhitungan kalender modern. Ketidakacuhan tentang penanggalan/tahun sangat jelas tercermin dalam kesimpangsiuran mencantumkan angka tahun dalam naskah peserta-peserta dalam “Sayembara Montang Rua”  dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 1973 di masa Bupati Frans Sales Lega. Namun secara keseluruhan gaung sayembara ini sangat berhasil menggaerahkan kembali “kesadaran harga diri kemanggaraian”. Kesadaran sejarah, baik yang bernama sejarah nasional ataupun sejarah daerah, dewasa ini menuntut kita membetulkan ketakacuhan konsepsional dan penahunan tersebut, karena tidak adanya kesadaran sejarah akan dapat berakibat hilangnya orientasi tentang identitas (harga diri) dalam pembangunan daerah. Sedangkan hilangnya kesadaran sejarah  tentang Kota Ruteng, dapat berarti atau berakibat pada hilangnya kecintaan dan “rasa memiliki” kota yang dihuni, dan ternyata dibentuk dengan mengorbankan harta, jiwa para pahlawan rakyat Manggarai beberapa tahun silam yang memang tidak mau diperintah oleh bangsa lain di negerinya sendiri (Toda, 1989: 1).     

Peta