Panorama Alam

Panorama Alam
Desa Talibeng, Kabupaten Karangasem, Bali

Rabu, 13 Februari 2013

UPACARA SIAT GENI DI DESA TUBAN KABUPATEN BADUNG

UPACARA SIAT GENI DI DESA TUBAN KABUPATEN BADUNG


Oleh:
I Made Suarsana
I Wayan Rupa
I Wayan Suca Sumadi
I Gusti Ngurah Jayanti
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, dan NTT



ABSTRAK

Siat Geni merupakan salah satu bentuk ritual religius magis. Kegiatan tersebut terselenggara secara kontinyu pada setiap pujawali Puranamaning Kapat, bertempat di Pura Dalem Kahyangan desa adat Kuta. Adapun permasalahan dalam tulisan yakni melihat Bagaimana bentuk Siat, Sarana dan Prasarana apa saja yang diperlukan dalam Siat Geni serta Apa fungsi dan makna dari Siat Geni tersebut. Sedangkan tujuan dalam penulisan ini adalah mengkaji dan menganalisis serta mendokumentasikan. Dalam pembahasan dijelaskan bahwa Siat Geni merupakan rangkaian prosesi keagaamaan dalam pujawali di Pura Dalem Kahyangan desa adat Kuta. Ritual Siat Geni dilakukan sebagai pelengkap dari sistem ritual yang menjadi syarat dalam pujawali. Siat Geni dimaknai sebagai sebuah symbol permainan yang dalam dunia niskala atau di luar logika manusia adalah para Buta kala melepaskan kekuatannya yang berupa Api Ludra untuk dipersembahkan sebagai rasa bakti kepada Bhatara Dalem. Dengan pelepasan Api Ludra tersebut, diyakini segala yang berbau negatif terlebur dan dinetralisir, sehingga keseimbangan buana alit dan buana agung dapat harmonis.
Kata kunci: Pujawali, Siat Geni, dan Desa Adat Tuban.


SISTEM KEPERCAYAAN DAN KESENIAN DESA ADAT PENGLIPURAN



Disampaikan dalam Rangka siaran di RRI Denpasar
SISTEM KEPERCAYAAN DAN KESENIAN DESA ADAT PENGLIPURAN[1]
 Oleh: I Gusti Ngurah Jayanti, S.Sos.,M.Si.


I. PENDAHULUAN
Dalam perkembanganya komunitas adat di Indonesia semakin berani menonjolkan diri dan telah banyak mendeklarasikan keberadaan komunitasnya, sebagai cara untuk dapat eksis dan berkembang dan memperkenalkan corak budayanya. Masing-masing komunitas adat sudah tentu memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Keadaan ini wajar terjadi karena perbedaan ekologi maupun system kepercayaan yang dianutnya. Namun dalam mengkaji sebuah masyarakat dalam arti yang lebih sepesifik adalah kumunitas adat masih banyak yang mempertahankan ajaran-ajaran leluhurnya sebagai pola bagi kelakuan masyarakat tersebut. Di samping itu mereka banyak yang masih percaya akan kekuatan diluar kemampuan akal manusia. Salah satu cirinya sangat kental akan ritual-ritual dan sangat menonjol dalam setiap pelaksanaan kegiatan upacara pada setiap fase atau siklus hidup selalu ditandai dengan melakukan penghormatan terhadap roh leluhur.

Kepercayaan Komunitas Adat Kepercayaan Komunitas Adat Kampung Bena



Disampaikan dalam Rangka siaran di RRI Denpasar Tanggal 11 Februari 2011
Judul : Kepercayaan Komunitas Adat Kampung Bena

Oleh : I Gusti Ngurah Jayanti, S.Sos.,M.Si[1].


A.  Latar Belakang Penelitian
Pada suku-suku bangsa di Indonesia, kepercayaan atau religi merupakan salah satu unsur dalam kehidupan masyarakat yang hingga kini masih eksis. Religi atau kepercayaan merupakan suatu unsur kebudayaan yang bersifat sangat abstrak, apa yang diyakini oleh masyarakat antara komunitas kebudayaan yang satu dengan  komunitas kebudayaan yang lain akan berbeda, begitu juga dalam bentuk prilaku dalam mengaktualisasikan kepercayaan yang di yakininya. Seperti halnya di Pulau Flores yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki sistem kepercayaan yang beragam baik dalam pemaknaannya maupun dalam bentuk-bentuk ritualnya. Pada masyarakat Flores dan khususnya komunitas Kampung Bena, pemujaan terhadap roh leluhur masih sangat dipelihara hingga saat ini.

Peta