Jumat, 10 Maret 2017

Rimpu Pakaian Tradisional Masyarakat Bima





Rimpu secara etimologi artinya menutup, rimpu bersumber dari tenunan tradisional Bima. Warna rimpu sangat bervariatif tergantung selera pemakainya. Sesungguhnya rimpu merupakan pakaian tradisional masyarakat Bima yang digunakan sehari-hari untuk menutup aurat bagi para wanita. Dalam rimpu berbarengan dengan sagentu dan katente. Sagentu untuk bagian bawah perempuan dan katente untuk bagian bawah laki-laki. Sedangkan rimpu khusus untuk wanita.

Rimpu terbagi ke dalam dua jenis yakni, rimpu colo dan rimpu bida. Rimpu colo diperuntukan bagi perempuan-perempuan yang telah berkeluarga. Kemudian rimpu bida atau rimpu cili diperuntukkan bagi para perempuan yang belum berkeluarga atau masih gadis-gadis. Sedangkan tata letaknya, disebelah kanan sarungnya sampai ke bawah, sedangkan di sebelah kiri, sarungnya dinaikan sampai ke pundak. Bagian-bagian rimpu yakni: rimpu, kantente dan sagentu merupakan pakaian di bagian luar. Semua pakaian ini berasal dari tenunan tradisional Bima. Pemaknaan Rimpu dapat dilihat dari bentuk-bentuk dan tata letak rimpunya. Kalo rimpu colo akan menutup semua kecuali mata. Rimpu sangat berkaitan dengan Sariah.

Pengaruh agama Islam pada masyarakat Bima, terutama sejak zaman kesultanan Bima, semua aktivitas, maupun property dan kostum harus menyesuaikan dengan keadaan, tidak bertentangan dengan sariat Islam. Begitu pula dengan kostum seperti Rimpu. Rimpu dilihat dari segi sariahnya adalah sudah menjadi kewajiban seseorang perempuan harus menutup aurat. Dengan menutup aurat akan terhindar dari dosa maupun hal-hal yang mengundang shawat. Prinsip Sariah seseorang harus menutup aurat terutama bagi kaum perempuan.

Rinpu memiliki arti dan makna. Menurut versi Islam, rimpu adalah jilbab yang dimodifikasikan sesuai dengan keadaan setempat yang fungsinya untuk memutup aurat. Sedangkan secara perspektif linguistik adat rinpu itu sudah lama terdapat di Bima sudah sejak jaman kesultanan. Rimpu jaman kesultanan disebut dengan poci. Menurut kajian sosial linguistik, rimpu ada karena dipengaruhi oleh keadaan alam Bima yang relative dingin bukan dipengaruhi oleh agama. Namun sejak jaman kesultanaan maka poji atau rimpu ini merupakan jilbab yang dimodifikasikan sesuai dengan tatanan kehiduapan setempat. Rimpu ini memiliki makna, karena memiliki warna yang meyeluruh. Kain goli himani memiliki varian warna ada yang hijau, merah muda dan ada juga yang warna-warna lain. Bila seseorang wanita menggunakan rimpung pidak, rimpu itu menutup muka, dimana hanya mata yang terlihat, mereka yang menggunakan rimpu pida adalah wanita yang belum kawin atau belum berkeluarga.